Kunjungan Industri SMAN 1 Sewon Sebagai Sekolah Kewirausahaan - SMAN 1 Sewon

Berita

SMAN 1 Sewon

Kunjungan Industri SMAN 1 Sewon Sebagai Sekolah Kewirausahaan

Oleh person Arif Rohmawan   | 16 September 2019 Dibaca : 395 kali



Kunjungan Industri SMAN 1 Sewon Sebagai Sekolah Kewirausahaan

     Kamis (11/09/19) SMAN 1 Sewon laksanakan kunjungan ke berbagai industri mulai dari industri rumahan/UMKM hingga pabrik. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut program sekolah kewirausahaan SMAN 1 Sewon, yang merupakan pertama dan satu-satunya sekolah kewirausahaan di Kabupaten Bantul. Kegiatan diikuti tidak kurang dari sekitar 50 peserta yang merupakan perwakilah siswa/siswi SMAN 1 Sewon dari berbagai tingkatan kelas, serta 10 guru pendamping. Kunjungan dimulai dari industri rumahan pengolahan variasi abon, dimana siswa diajarkan untuk melihat peluang usaha meskipun sudah banyak yang menekuni usaha yang sama. Yaitu dengan cara membuat identitas ataupun pembeda dari produk yang dihasilkan.
     "Pengusaha abon memang cukup banyak, walaupun yang terkenal hanya beberapa. Namun jika kita ingin menggeluti usaha yang sama, kita harus membuat identitas serta pembeda dari produk yang kita hasilkan. Sebagai contoh, abon biasanya hanya terbuat dari daging ayam dan sapi namun sebagai identitas serta peluang baru kita buat olahan abon dari kluwih, ikan teri serta jantung pisang. Dengan demikian produk kita akan mudah diterima pasar serta dikenal karena kita menciptakan peluang baru." Ujar ibu Atik selaku pemilik usaha pengolahan abon.
      Usai mengunjungi usaha pengolahan abon, peserta diajak untuk melihat proses pengolahan kulit menjadi berbagai produk yang mempunyai nilai jual tinggi disalahsatu pabrik pembuatan tas dan sepatu yang sudah terkenal di Yogyakarta. "Kita harus pandai-pandai melihat pasar, salah satunya dengan melihat peluang apa kira-kira yang dibutuhkan masyarakat? Salah satunya adalah kebutuhan alsa kaki (sandal-sepatu). Apalagi memasuki era modern ini, semua orang pasti membutuhkan sepatu serta sandal. Jadi ketika kita memulai usaha harus melihat prospek dipasar apakah yang benar-benar dibutuhkan konsumen." Ungkap manajer perusahaan Bucini yang sudah terkenal di Yogyakarta.
        Pun usai mengunjungi industri kedua, kunjungan terakhir dilaksanakan dilereng gunung merapi yaitu mengunjungi usaha mikro kecil menengah (UMKM) pengolahan buah salak. "Kalian (siswa-siswi) sebagai anak muda jangan mau berpangku tangan dengan meminta uang jajan dari orang tua, dan ketika lulus sekolah/kuliah hanya menunggu kesempatan menjadi pegawai pemerintah. Teman-teman (siswa-siswi) harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri serta memiliki pegawai sendiri. Besar harapan kami sebagai pelaku UMKM, dipundak teman-teman (siswa-siswi) yang bisa mengubah usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi usaha modal kecil untung milyaran." dengan penuh semangat bapak Eka selaku pemilik usaha menyampaikan pengalaman berwirausahan kepada para peserta.
         Dengan rangkaian kunjungan industri ini diharapkan mampu menggugah jiwa enterpreneurship para peserta selain menjalankan program sekolah kewirausahaan yang telah menjadi komitmen SMAN 1 Sewon. Sedang tujuan umum SMAN 1 Sewon dapat menjadi pioner serta sekolah contoh sekolah kewirausahaan yang berhasil mengelola berbagai sumber daya yang ada.